Tutorial Perancangan Entity Relational Diagram(ERD) Menggunakan Sysbase Powe Designer 1.5

Pagi………………………….

Berawal Dari Tugas Rekayasa Perangkat Lunak yang di berikan oleh bu Falahah mengenai pembuatan Tutorial Perancangan Entity Relational Diagram(ERD) Menggunakan Power designer, saya mulai mencoba & mempelajari mengenai perancangan Entity Relational Diagram(ERD) Menggunakan power designer dan alhamdullilah ternyata saya mulai ketagihan membuat Entity Relational Diagram menggunakan power designer karena kemudahannya untuk itu saya ingin berbagi mengenai bagaimana sih proses perancangan Entity Relational Diagram Menggunakan power designer, namun sebelum memulai tutorialnya ada baiknya kita memahami terlebih dahulu mengenai apa itu  Sysbase Power Designer

Pengertian Sybase Power Designer

Sybase Power Designer adalah sebuah software pemodelan yang memiliki banyak fungsi diantaranya adalah untuk merancang serta memanage database.Sangan cocok untuk data base yang berukuran besar serta memiliki tingkat kompleksitas yang cukup rumit.

Sybase Power Designer memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut jika dibandingkan dengan menggunakan cara manual atau menggunakan aplikasi pembantu dari vendor, yaitu :

Design database mayoritas menggunakan interface berupa tampilan grafik, hal ini berarti orang yang tidak mengerti bahasa SQL juga bisa menggunakan software ini untuk membuat database dengan berbagai macam tingkat kesulitan
Database dapat diciptakan independen dari RDBMS, Sybase tidak bergantung pada vendor tertentu saja untuk mengimplementasikan design database yang telah dibuat pada RDBMS seperti MySQL, Oracle, atau Microsoft SQL Server. Sybase dapat mengkonstruksikan database yang telah kita buat dalam berbagai macam RDBMS, bahkan RDBMS yang jarang kita dengar juga didukung oleh Sybase.
Migrasi database menjadi mudah, hal ini dikarenakan Sybase mempunyai fitur untuk mengkoneksikan diri dengan berbagai macam RDBMS seperti Oracle, MySQL, dan Microsoft SQL Server untuk mengkonstruksikan database yang telah didesign pada Sybase.
Hampir tidak memerlukan pengetahuan mengenai bahasa SQL, semuanya dilakukan dengan klik sana sini di Sybase, namun begitu kita dapat melihat hasil output SQL dari design database yang sudah kita buat
Sybase Power Designer cocok untuk digunakan pada saat kita membutuhkan design database yang kuat dan fleksibel dan membutuhkan waktu yang cepat untuk konstruksi database.Software ini juga sering digunakan di perusahaan-perusahaan karena lebih memudahkan mereka untuk melihat secara grafis dari database tersebut. Sybase Power Designer hanya di gunakan sebagai alat bantu saja.

Tutorial

okai sekarang kita masuk pada tutorialnya :

tentulah dalam setiap tutorial kita memerlukan alat dan bahan dalam pembuatan sama halnya dengan tutorial ini adapun alat & bahannya adalah :

1. Komputer / Laptop lengkap dengan keyboard dan mouse

2. Master Sysbase Powe Designer 1.5

ok untuk sementara alat dan bahannya sudah cukup, sekarang kita mulai hal yang pertama di lakukan install Sysbase Powe Designer 1.5 untuk tutorial kali ini saya tidak akan membahas bagaimana cara menginstallnya,

  1. pada kesempatan kali ini kita akan membuat conceptual data model contoh kasus nya kita akan merelasikan data customer dan data barang pada sistem informasi penjualan

Berikut Langkah – langkahnya

  • Pilih menu file –> New Model —> dan Conceptual Data Model kemudian isikan nama  misal saya isikan ConceptualDataModel_Penjualan lalu, klik OK.Untitled
  • lalu kita akan membuat entitas customer. Pada tahapan ini, klik ikon entity pada pallet (kursor akan berubah menjadi gambar mirip tabel) lalu klik pada workspace untuk membuat entiry, dan klik kanan pada workspace lagi untuk menghilangkan mode pengambaran entity klik kanan hasil entity tadi lalu akan muncul menu pilih properties maka akan muncul seperti gambar  dibawah ini,

Untitled

  • Sekarang kita isi atribut-atributnya, pada tab general kita dapat memberi nama entitas tersebut yaitu “CUSTOMER” trus kita input atribut-atributnya  misalnya :
    Nama Atribut Tipe Data
    ID Integer
    Nama Variable Character / Length 100
    Alamat Variable Character / Length 150
    Telp Variable Character / Length 15
  • Adapun atribut ID  set sebagai primary key, sehingga centang checkbox P untuk set Primary Key; karena ID Primary Key sehingga data tidak boleh kosong secara otomatis centangan M untuk Mandatory, kemudian klik OK    3
  • Jika berhasil Tampilan pada Workspace Kurang lebih seperti ini

    • Langkah selanjutnya adalah membuat entitas data_barang. lakukanlah langkah – langkah seperti pembuatan entity customer dengan atribut seperti ini :
Nama Atribut Tipe Data
ID_Barang integer
ID_Cust integer
NAMA Variable Character / Length 100
CATEGORY Variable Character / Length 50
SIZE integer
HARGA Float

10

  • Berikutnya kita akan membuat relasi antara kedua entitas ini, untuk itu klik icon relationship pada pallet, kemudian hubungkan kedua entitas tersebut.
  • Kemudian klik dua kali atau klik kanan dan pilih menu properties untuk melihat properties nya.
  • Pada tab general , kita dapat mengubah nama relationshipnya menjadi “membeli”6
  • Maka Hasilnya akan Seperti gambar di Bawah ini : 7
  • Kemudian pada tab detail,  kita dapat memilih tipe relasi antara kedua entitas tersebut, dalam  hal ini pilih 1 to many.
  • Pada relasi CUSTOMER to DATA_BARANG pilih cardinality 1,n dan centang pada checkbox mandatory.
  • Sedangkan pada relasi DATA_BARANG to CUSTOMER, pilih cardinality 1,1 dan centang pada checkbox mandatory kemudian klik Ok                               Tahapan Selanjutnya adalah

2. Physical Data Modelling (PDM)

  • pilih tools > generate physical data model.
  • Pada tab general kita dapat memilih generate new physical data model
  • Pada tab detail, akan terdapat beberapa pilihan, untuk table prefix, isi dengan TBL_
  • Pada reference, ganti pilihan delete rule dengan cascade, kemudian klik OK.9

 

Tahap 3 : Langkah terakhir Data Definition Language Generation

  • Tahap terakhir dalam perancangan database dengan menggunakan Sybase Power Designer 15 ini adalah perancangan DDL script yang nantinya dapat kita impor pada database server.
  • Untuk itu pilih database > generate database.
  • Pada dialog database generation, pilih script generation pada pilihan generation type.
  • Pada directory, kita dapat memilih dimana DDL script ini akan disimpan.
  • Pada file name, kita dapat mengetikkan nama untuk script ini.
  • Untuk tab dan pilihan lain dapat kita biarkan dalam kondisi default.
  • Kemudian klik OK dan untuk melihat DDL script yang telah kita generate klik edit,

dibawah ini adalah DDL script untuk relasi CUSTOMER dan DATA_BARANG :

 

if exists(select 1 from sys.sysforeignkey where role=’FK_DATA_BAR_RELATIONS_CUSTOMER’) then

alter table DATA_BARANG

delete foreign key FK_DATA_BAR_RELATIONS_CUSTOMER

end if;

 

drop index if exists CUSTOMER.CUSTOMER_PK;

 

drop table if exists CUSTOMER;

 

drop index if exists DATA_BARANG.RELATIONSHIP_1_FK;

 

drop index if exists DATA_BARANG.DATA_BARANG_PK;

 

drop table if exists DATA_BARANG;

 

/*==============================================================*/

/* Table: CUSTOMER                                              */

/*==============================================================*/

create table CUSTOMER

(

ID                    integer                     not null,

NAMA             varchar(100)                    null,

ALAMAT          varchar(150)                    null,

TELP                varchar(15)                    null,

constraint PK_CUSTOMER primary key (ID_CUST)

);

 

/*==============================================================*/

/* Index: CUSTOMER_PK                                           */

/*==============================================================*/

create unique index CUSTOMER_PK on CUSTOMER (

ID_CUST ASC

);

 

/*==============================================================*/

/* Table: DATA_BARANG                                           */

/*==============================================================*/

create table DATA_BARANG

(

ID_BARANG                 integer                    not null,

ID_CUST                      integer                    not null,

NAMA_BARANG          varchar(100)                    null,

CATEGORY_BARANG      varchar(15)                    null,

SIZE_BARANG                integer                    null,

HARGA_BARANG            float                    null,

constraint PK_DATA_BARANG primary key (ID_BARANG)

);

 

/*==============================================================*/

/* Index: DATA_BARANG_PK                                        */

/*==============================================================*/

create unique index DATA_BARANG_PK on DATA_BARANG (

ID_BARANG ASC

);

 

/*==============================================================*/

/* Index: RELATIONSHIP_1_FK                                     */

/*==============================================================*/

create index RELATIONSHIP_1_FK on DATA_BARANG (

ID_CUST ASC

);

 

alter table DATA_BARANG

add constraint FK_DATA_BAR_RELATIONS_CUSTOMER foreign key (ID_CUST)

references CUSTOMER (ID_CUST)

on update restrict

on delete restrict;

Alhamdullilah tutorial ini selesai mudah- mudahan dapat membantu dalam proses belajar atau bekerja, adapun saya penulisan, konsep lainnya mohon berikan masukan pada penulisa

Semoga bermanfaat.

Terimakasih banyak

Wasalamualaikum wrwb

Referensi :

http://fherie-d-essentials.mhs.narotama.ac.id/files/2012/01/tutorial.pdf ,

 

Paradigma Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek

Pengertian Paradigma Rekayasa Perangkat Lunak
menurut wikipedia Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif),Namun Kata paradigma yang dimaksud dalam rekayasa perangkat lunak ini memiliki arti metodologi pengembangan perangkat lunak. Kenapa perlu paradigma atau metodologi untuk membuat perangkat lunak? Apa sih sebenarnya paradigma?
Perangkat lunak adalah suatu benda tak berwujud (intangible) yang berpasangan dengan perangkat keras yang dibuat untuk memenuhi suatu maksud atau tujuan tertentu.
Tujuan atau maksud ini bisa jadi bagian dari sebuah sistem atau bahkan sistem itu sendiri. Manusia berperan dalam membangun atau membuat kedua perangkat tersebut, dan berperan untuk menggunakan atau menerima hasilnya. Misalnya perangkat lunak personalia, perangkat lunak tersebut dijalankan pada suatu komputer (perangkat keras) untuk menangani masalah-masalah yang terkait dengan pengelolaan sumber daya manusia sebuah perusahaan. Ada orang-orang yang terlibat dalam mengembangkan perangkat lunak dan ada orang-orang yang menjalankan atau memakainya. Dari penjelasan di atas dapat dilihat ada beberapa hal atau elemen yang terlibat, yaitu perangkat lunak, perangkat keras, pembuat perangkat lunak, pemakai perangkat lunak dan masalah.

Paradigma Rancangan Perangkat Lunak memiliki beberapa Paradigma , Paradigma kali ini yang akan saya bahas adalah Paradigma Berorientasi Objek :

Paradigma Berorientasi Objek
Paradigma Berorientasi Objek adalah Paradigma Rekayasa perangkat lunak yang mengorganisasikan perangkat lunak sebagai kumpulan objek yang berisi data dan operasi yang
diberlakukan terhadapnya.Suatu cara bagaimana sistem perangkat lunak dibangun melalui pendekatan objek secara sistematis. Metode berorientasi objek didasarkan pada penerapan prinsip-prinsip pengelolaan kompleksitas.Metode berorientasi objek meliputi rangkaian aktivitas analisis berorientasi objek. perancangan berorientasi objek, pemrograman berorientasi objek. dan pengujian berorientasi objek. Ada teknik yang digunakan. produk yang dihasilkan. Prosedur verifikasi, dan kriteria untuk setiap aktivitas yang dikerjakan.Ada alat bantu untuk memodelkan (mendokumentasikan) hasil dan setiap aktivitas.

Perbedaan Metodologi Berorientasi Objek vs Fungsi
Strategi utama untuk menangani kompleksitas pembangunan perangkat lunak adalah dekomposisi permasalahan menjadi bagian-bagian kecil yang dapat dikelola. Pada metode berorientasi fungsi atau aliran data (DFD). dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan fungsi atau proses secara hirarki.Mulai dan konteks sampai proses-proses yang paling kecil. Sementara pada metode berorientasi objek. dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan objek-objek yang ada dalam sistem.Perbandingan kedua metode tersebut, misalnya untuk masalah penilaian kuliah pada suatu sistem akademik, ditunjukkan oleh gambar berikut ini :

index

 

Keuntungan Metodologi Berorientasi Objek

1. Meningkatkan produktivitas Karena kelas dan objek yang ditemukan dalam suatu masalah masih dapat dipakai ulang untuk masalah lainnya yang melibatkan objek tersebut (reusable).

2. Kecepatan pengembangan Karena sistem yang dibangun dengan baik dan benar pada saat analisis dan perancangan akan menyebabkan berkurangnva kesalahan pada saat pengkodean.

3. Kemudahan pemeliharaan.Karena dengan model objek. pola-pola yang cenderung tetap dan stabil dapat dipisahkan dan pola-pola yang mungkin sering berubah-ubah.

4. Adanya konsistensi Karena sifat pewarisan dan penggunaan notasi yang sama pada saat analisis, perancangan maupun pengkodean.

5. Meningkatkan kualitas perangkat lunak Karena pendekatan pengembangan lebih dekat dengan dunia nyata dan adanya konsistensi pada saat pengembangannva, perangkat lunak yang dihasilkan akan mampu memenuhi kebutuhan pemakai serta mempunyai sedikit kesalahan.

Beberapa Metode Berorientasi Objek
Ada beberapa metode pengembangan perangkat lunak berorientasi objek yang sudah dikenal, dan diantaranya adalah:

1. Object Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Design (OOD) dari Peter Coad dan Edward Yourdon [1990]
2. Object Modeling Technique (OMT) dan James Rumbaugh, Michael Blaha, William Premerlan,  Frederick Eddy dan William Lorensen [1991]
3. Object Oriented Software Engineering (OOSE) dan Ivar Jacobson [1992].erd,dfd……..
4. Booch Method dan Grady Booch [1994]
5. Sritrop dan Steve Cook dan John Daniels [1994].
6. UML (Unified Modeling Language) dari James Rumbaugh. Grady Booch dan Ivar Jacobson [1997].

Sumber : http://ishakp.blogspot.com/
Wikipedia

https://johns1987.wordpress.com

Selamat Menulis

Selamat Datang di Dunia Blog, dan selamat menulis…

Pengelola blog kembali mengingatkan akan peraturan pemakaian Blog Universitas Widyatama Bandung adalah sebagai berikut :

  1. Blog ini merupakan milik Universitas Widyatama termasuk didalamnya seluruh sub domain yang digunakan sehingga apa yang terdapat didalam blog ini secara umum akan mengikuti aturan dan kode etik yang ada di Universitas Widyatama Bandung.
  2. Blog ini dibuat dengan menggunakan aplikasi pihak ke tiga (WordPress), dan lisensi plugin plugin didalamnya terikat terhadap developer pembuat plugin tersebut.
  3. Blog ini dapat digunakan oleh Karyawan, Dosen dan Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung.
  4. Dilarang melakukan registrasi username atau site/subdomain blog dengan menggunakan kata yang tidak pantas.
  5. Dilarang memasukkan konten dengan unsur SARA, pornografi, pelecehan terhadap seseorang ataupun sebuah institusi.
  6. Dilarang menggunakan blog ini untuk melakukan transaksi elektronik dan pemasangan iklan.
  7. Usahakan sebisa mungkin untuk melakukan embed video atau gambar di bandingkan dengan melakukan upload secara langsung pada server.
  8. Pelanggaran yang dilakukan akan dikenakan sanksi penutupan blog dan atau sanksi yang berlaku pada aturan Universitas Widyatama sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.
  9. Administrator berhak melakukan pembekuan account tanpa pemberitahuan terlebih dahulu jika dianggap ada hal hal yang melanggar peraturan.
  10. Aturan yang ada dapat berubah sewaktu waktu.

Beberapa Link terkait Universitas Widyatama

  1. Fakultas Ekonomi - http://ekonomi.widyatama.ac.id
  2. Fakultas Bisnis & Manajemen – http://manajemen.widyatama.ac.id
  3. Fakultas Teknik – http://teknik.widyatama.ac.id
  4. Fakultas Desain Komunikasi Visual – http://dkv.widyatama.ac.id
  5. Fakultas Bahasa – http://bahasa.widyatama.ac.id

Layanan Digital Universitas Widyatama

  1. Biro Akademik – http://akademik.widyatama.ac.id
  2. Rooster Kuliah – http://rooster.widyatama.ac.id
  3. Portal Mahasiswa – http://mhs.widyatama.ac.id
  4. Portal Dosen – http://dosen.widyatama.ac.id
  5. Digital Library – http://dlib.widyatama.ac.id
  6. eLearning Portal – http://learn.widyatama.ac.id
  7. Dspace Repository – http://repository.widyatama.ac.id
  8. Blog Civitas UTama – http://blog.widyatama.ac.id
  9. Email – http://email.widyatama.ac.id
  10. Penerimaan Mahasiswa Baru – http://pmb.widyatama.ac.id/online

Partner UTama

  1. Putra International College – http://www.iputra.edu.my
  2. Troy University – http://www.troy.edu
  3. Aix Marsielle Universite – http://www.univ-amu.fr
  4. IAU – http://www.iau-aiu.net/content/institutions#Indonesia
  5. TUV – http://www.certipedia.com/quality_marks/9105018530?locale=en
  6. Microsoft – https://mspartner.microsoft.com/en/id/Pages/index.aspx
  7. Cisco – http://www.cisco.com/web/ID/index.html
  8. SAP – http://www.sap.com/asia/index.epx
  9. SEAAIR – http://www.seaair.au.edu

Academic Research Publication

  1. Microsoft Academic  -  http://academic.research.microsoft.com/Organization/19057/universitas-widyatama?query=universitas%20widyatama
  2. Google Scholar – http://scholar.google.com/scholar?hl=en&q=Universitas+Widyatama&btnG=

Info Web Rangking

  1. Webometric – http://www.webometrics.info/en/detalles/widyatama.ac.id
  2. 4ICU – http://www.4icu.org/reviews/10219.html